Loro Wuyung

Posted: 22/06/2010 in agakserius
Tags:

Paling tidak Waljinah punya dua julukan yang sangat terkenal: Sang Ratu Kembang Kacang dan Si Walang Kekek, dan yang jelas dia adalah idola setiap pecinta langgam jawa dan keroncong. Aku yakin, Pak Juandhi adalah ketua klub penggemarnya.

Waljinah adalah anak bungsu dari sepuluh bersaudara. Orang tuanya adalah buruh batik di kampungnya, Mangkuyudan. Daerah ini memang terkenal sebagai salah satu sentra kerajinan batik di Solo, selain Kauman dan Laweyan, Solo.

Sebagai anak dari keluarga biasa yang tidak bisa mengenyam pendidikan tinggi, Waljinah maneuver untuk belajar keroncong pada kakak lelakinya dan menjadi seorang penyanyi professional di usia remaja.

cover album

Debutnya, kalau bisa dibilang begitu, adalah ketika dia berhasil menjuarai sebuah kontes langgam Jawa, Ratu Kembang Kacang. Kembang Kacang ini termasuk langgam yang punya tingkat kesulitan yang lumayan tinggi. Jadi tidak mustahil ketika dia menjuarai kontes tersebut di tahun 1959 secara sempurna, maka julukan Ratu Kembang Kacang pun disabetnya pula. Hasil kemenangannya juga yang membawa ke dapur rekaman pertama kali. Dan langsung duet dengan Gesang.

Proses rekamannya pun cukup lucu. Saat itu, proses rekaman lagu secara dilakukan secara live on track, tidak bisa multi track macam sekarang yang bisa di take track per track dan bisa diulang, katanya.

Jadi, karena di langgam itu dia musti duet dengan Gesang, menggunakan mikropon satu untuk berdua, dimana stand mic nya tidak bisa di naik turunkan, maka untuk mengakali kondisi tubuhnya yang mungil dan belum tinggi itu, Waljinah harus berdiri di atas sebuah dingklik (semacam bangku kecil untuk duduk).

Waljinah berkaca-kaca ketika mengingat almarhum Chrisye. Mereka tidak saja akrab secara professional karena pernah terlibat dalam sebuah kolaborasi cantik, Kala Cinta Menggoda, tapi juga akrab seperti saudara. Chrisye selalu menyempatkan diri berkunjung dan jam session di rumah Waljinah. Begitu pun Waljinah kalau sedang di Jakarta, selalu mampir ke rumah Chrisye.

Saya terus menanyakan bagaimana hubungan mereka semasa Chrisye masih ada. Cerita terus bergulir, bagaimana juga cara mereka menyatukan suara dalam sebuah lagu. Bagaimana menyatukan langgam Jawa dan musik pop. Lalu, Waljinah menjadi agak sedih ketika mengingat moment terakhirnya akan saudara sekaligus sahabatnya, Chrisye.

Ketika itu, Waljinah dan Gesang sedang menghadiri sebuah malam penghargaan yang diberikan kepada mereka berdua atas prestasi di dunia musik. Malam itu seharusnya menjadi malam yang menyenangkan untuk Waljinah. Tapi, kebahagiaannya berubah menjadi penyesalan.

Dia sedang di atas panggung menerima penghargaan ketika kabar mengenai kematian Chrisye, sahabat, saudara sekaligus parner duetnya meninggal akibat penyakit yang dideritanya. Sampai sekarang, Waljinah masih menyesal kenapa dia menghadiri malam awarding itu, sehingga tidak bisa datang melayat Chrisye. Lebih baik saya tidak datang ke acara itu. Lebih baik saya memberi penghormatan terakhir pada Chrisye. Lebih baik…. Dan dia terus mengucapkannya berkali-kali. Seakan-akan rasa sesalnya akan bisa berkurang kalau dia terus mengucapkan hal yang seharusnya dia lakukan saat itu. Tapi toh, bukan begitu kejadian yang ingin dia terima.

Sebagai anak pembatik, yang meneruskan bakat ketrampilan ini bukanlah Waljinah, melainkan kakaknya, Yu Hadi. Waljinah mengaku hanya bisa sedikit, yaitu memberikan blok malam di atas pola batikan. Beda dengan Yu Hadi, yang bahkan menciptakan salah satu pola (atau yang mengerjakan ya?) batik karya masterpiece Iwan Tirta, yaitu motif Bimokurdo.

Sore itu, Waljinah tampak sedikit pucat. Dia mengaku, setelah 57 tahun hidup tanpa sekalipun dirawat di rumah sakit, kali ini badannya harus mengaku sedikit kalah. Belum lama, Waljinah harus merasakan dinginnya kamar rumah sakit akibat pendarahan di ususnya. Maka dia pun meminta maaf kalau syuting minggu depan, dia tidak bisa berdandan seperti biasanya. Saya akan memakai kerudung ya, katanya. Tapi tetap berkebaya oranye kan Bu? Karena oranye selalu membuat wajahnya terlihat cerah dan senantiasa awet muda.

Saya lupa menanyakan resep awet muda dan selalu tampil cantik. Tapi saya tidak lupa mencoba mencuri ilmu cara supaya suara tetap bening, memukau walaupun harus berakrobat teknik falsetto tingkat tinggi sepertinya.

Ternyata resepnya adalah begadang sebelum nyanyi, puasa weton, yaitu puasa di hari wetonnya dan terakhir adalah minum perasan kencur, jahe dan madu. Hangat katanya.

Waktu saya menanyakan apakah minum jamu tiap hari agar dapat hasil yang optimal, dia tertawa. Wah jangan, sergahnya. Nanti ndak bisa punya anak. Panas di perut (rahim mungkin maksudnya). Ah, saya jadi tahu, ternyata obat aborsi adalah kencur, jahe dan madu. Bukan soda dan nanas. Soda dan nanas lebih cocok untuk jadi ramuan martini alternative.

Saya merasa Waljinah masih ingin berbagi cerita masa mudanya saat pertama kali menekuni dunia tarik suara dan juga masa-masanya meniti karier sebagai pesinden dan penyanyi keroncong terbaik yang dimiliki negeri ini.

Tapi saya pun mengerti kondisi kesehatannya yang belum begitu baik. Lalu di sore yang hujan dan sedikit dingin itu, saya mohon pamit. Saya akan kembali minggu depan, Bu Ratu Kembang Kacang. Saya ingin mendengar secara langsung ibu akan membuai telinga dan hati saya dengan lirik patah hati yang melankolis itu:
…. Loro ning loro… ora koyo wong kan nandang wuyung.

Ah, jatuh cinta. Dan aku akan menggabungkannya dengan kutipan dialog di City of Angels: it feels warm… Aching. Dan aku cinta sore tadi.

Mangkuyudan, Solo.
6 Januari 2010, sekitar hampir petang.

ps.
terakhir saya baca di berita, Bu Wal sakit. masuk rumah sakit lagi. semoga cepat sembuh. dan ini untuk mengenang saat hujan-hujan menengok Mbah Gesang sebagai alibi dapat VT testimoninya soal musik keroncong dan cintanya yang selalu sederhana tertuang dalam lagu. God Rest His Soul.

Comments
  1. Bayu says:

    template nya kerennnn.
    Semoga walinah cepat sembuh…..
    Trus jangan salah berita lagi…xixixiixi

    • yoyoyo… ini mudah-mudahan gak salah. ketemu langsung mas Bay.
      Belum tahu kabar selanjutnya, nanti kapan-kapan aku telpon, trus laporan di update yah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s