petunjuk kok susah-susah amat

Posted: 14/11/2010 in Uncategorized

“… dan waktu aku melihatnya bla bla. dia bilang blah blah blah.. lalu aku menelangkupkan kedua tanganku di wajahnya sambil cengengesan mendesis bloh bloh…”

“persis seperti peramal itu bilang bukan?”

“bilang yang mana? bagian apa?”

“bagian bahwa kamu akan mengingat semua perkataannya. bahkan di saat otakmu tidak sepenuhnya bekerja, dia masih menyimpan setiap detil perbincangan kalian.”

“oh. aku lupa kalau peramal itu bilang seperti itu…”

— aku mengingat juga betapa santeria untuk berdansa pelan itu sekarang terkenang begitu “….” (aku tidak tahu apa yang harus ditulis untuk mewakilinya.

+++

i was in heaven!!!

kota ini sedikit di luar dugaan. kalau aku bilang di luar dugaan, pastinya kamu tahu apa yang dilakukan oleh seseorang yang selalu berusaha menebak-nebak terlebih dulu dan kemudian mencoba melindungi diri dari semua kejutan. masalahnya adalah, aku suka kejutan tapi yang di luar dari segala kemungkinan yang bisa dibayangkan terlebih dulu. bukan seperti kamu (mungkin) yang memang mengharapkan kejutan dengan tidak mengharapkan apa pun.

ubud. bukan destinasi untuk menghabiskan waktu dan matahari. kalaulah akhirnya aku ke ubud, tentu karena satu atau dua hal yang berbau kewajiban.

untuk sebuah tempat yang sudah secara berlebihan dipromosikan sebagai tempat berkesenian dan berkebudayaan tinggi, terus terang aku tidak menemukannya sebagai sesuatu yang secara personal menyentuh. ubud bagi para turis yang ingin melihat barong atau sekumpulan orang bersembahyang di pura, mereka pasti mendesah takjim sambil menekan dada mereka yang berdegub keras.

tapi cintaku pada tempat ini begitu memenuhi rongga antara perut dan dada. terasa begitu dekat, lekat dan terbiasa. sedikit kadang kurasakan ngungun. entah karena apa.

dua hari sampai aku meninggalkan tempat itu, aku masih belum tahu. aku juga tidak mengerti kenapa aku merasa harus kehilangan sesuatu ketika pergi. –selain duit yang hilang, tentunya. ya, turned out ubud not only stole my heart, she took away my money. big case!

+++

tahukah kamu kalau dalam bahasa yang kamu mengerti, ini berarti obat? banyak cerita tentang orang yang menemukan boreh luka hatinya di sini. hidup begitu menyedihkan bagi belahan dunia lain. maka tuhan menciptakan obatnya di sini. mungkin kamu memang harus kemari, menemukan obat untuk entah apa pun penyakitmu. sangat persuasif kata-katamu waktu itu.

+++

“ah ayolah… bahkan saat itu kamu tidak menanyakan nomor telepon, pin bb, email atau apapun. for god’s sake!”

“kamu tahu aku kan. mungkin saat itu aku belum begitu ingin tahu apa pun yang  jadi rahasia terburuknya. aku tidak ingin tahu apa rencananya di malam tahun baru dan bibir siapa yang akan diciumnya di midnite pertama tahun 2011. aku juga saat itu tidak tahu kalau ternyata santeria bisa juga sebagai dipakai untuk slow dance!”

“lalu sekarang kamu ingin mencarinya?”

“ya. meskipun aku tidak yakin dia jujur soal pekerjaannya.”

“you don’t even know his last name…”

+++

but later that night, when i was asking him to come along to go seeing some dragons the next day, i bet he was considering that was the intriguing offer. –oh, i don’t know. i have a meeting. i’m flying tomorrow. but i’m thinking it over. he said.

“good. would be awesome to have this trip with you. well, the meeting -and the job, don’t let them get in your way, honey.”

“tapi kalau tidak kerja tidak bisa seperti ini.” katanya sambil membuka lebar lengannya. and there i was. in his arms.

and by the music faded away, he was gone. no wave goodbye. no last name. not even a gentle kiss on the cheek to say good night. not a thing.

there was only me hanging on the corner; tried to keep my sanity and stayed sober. but i failed.

+++

peramal itu menemukan aku. mungkin juga aku terkesan menemukan dia. jauh-jauh berkejaran dengan tenggat waktu untuk mengumpulkan cerita lelaki tua yang sontak terkenal atas sebuah buku tentang catatan hidup dan perjalanan yang sangat manja itu.

kenapa belum menikah, ibu umur berapa? itu pertanyaannya setelah aku selesai dengan semua pertanyaanku tentang tulisan di daun lontar, gairah melukisnya dan juga tentang banting setir karirnya dari pelukis terkenal menjadi seorang dukun lantaran tangannya yang terbakar sudah tidak bisa lagi dipaksa melukis.

untuk seseorang dengan jam terbang tinggi sebagai peramal dan pembaca hidup, rasanya lelaki yang kesakitan karena prostat ini bisa jelas membaca apa arti senyumanku. oh tidak. ini bukan senyuman getir. tapi lebih seperti senyum kelegaan lepas dari tuntutan menikahi seseorang yang rasanya juga kurang bisa mengikuti apa mauku yang kadang kelewat egois ini.

“you have a strong life. very influential. every word you said will be heard by others.”  –great. this gonna make me a president in 2014.

tidak, dia bilang. tidak sampai sejauh itu. tapi dengan apa yang ibu kerjakan, ibu bisa memberikan pengaruh yang baik. — ah, kalau saja benar, pasti aku sudah bisa memengaruhi dia untuk tidak memanggilku ibu, bukan?

lalu dia pun melanjutkan menelusuri garis di telapak tangan kiriku. diam sebentar sebelum akhirnya meneruskan arti garis-garis rumit itu kepadaku dalam bahasa inggris.

“you will meet a very very handsome boy. you will marry the one you love. but someday, an attractive person will be in your life, too.”

“is he, the latter guy will be the next person i will marry?”  –can you imagine how excited i was then?

“no. you are a smart woman. you know how to do and decide what’s good for you both.” oh. damned. gak jadi punya suami dua.

+++

“apakah kamu bertanya kapan akan bertemu ‘orang’ itu?”

“…”

“hahaha.. sudahlah, tidak apa. yang jelas, mau percaya atau tidak. aku pun mengalaminya. you see… blah blah blah blah…”

there it goes. sebuah kisah fakta yang terkesan fiksi pun mengalir dari mulutmu, teman. tentang bagaimana kamu menerimanya sebagai bagian dari penyokong positivitas dan di akhirnya kamu menemukan apa yang selama ini mungkin telah dipikir menghilang.

cerita tentang seorang kekasih yang datang di saat yang begitu tepat. di saat hampir finis, katamu. tapi itulah titik menuju akhir yang nanti akan mengantarmu di garis akhir sebagai pemenang. memenangkan hidupmu sendiri dalam suka cita dan hati yang telah terobati.

terima kasihlah pada obat yang telah kamu temukan: ubud dan obat yang dilagukan dalam setiap nyanyian kodok yang nongkrong di jalan menuju rumahmu.

+++

baiklah, kamu merasa seperti jon yang berusaha menemukan kembali sara. walaupun dia sempat berpikir bahwa sara telah membuatmu patah hati. padahal yang kamu lihat adalah adiknya. saat yang sama kamu mencarinya, sara juga mencarimu.

tapi, sara meninggalkan satu kepingan puzzle di satu halaman love in a time of cholera. memangnya apa yang kau atau dia tinggalkan? tidak ada. tidak ada nomor telepon. tidak ada novel-novel bekas berjudul sama yang kamu cari di kwitang. tidak ada selembar uang dengan catatan tertentu yang bisa kamu harapkan datang lagi padamu ketika kamu pergi beli rokok di indomart. –mungkin kalau ke circle k aku akan mendapatkan kembalian dengan catatan pendek itu. hah.

tidak ada takdir dalam kisah kalian.

tapi mungkin hanya sebatas inilah yang takdir lakukan untuk bisa turut campur. sepertinya akan terlihat mengait-ngaitkan. tapi bagaimana kalau memang inilah cabang dari dahan pohon yang kupilih. biar kurunutkan.

aku -mengomel karena harus ke ubud-  ternyata malah menemukan dan ditemukan seorang peramal yang sangat memesona semangatku.

teka-teki akan bertemu seseorang telah mengarahkanku pergi makin ke timur. labuan bajo dengan segala lukisan jaman jurasik dan santeria-nya telah membawaku ke kepingan puzzle berikutnya: seseorang tanpa nama belakang.

sadarkah kamu, jon dan sara pun akhirnya menyadari bahwa meskipun alam ikut serta, tapi tanpa usaha untuk membuat jembatan pun rasanya akan musykil mereka -akhirnya- akan bertemu.

so, did you tell me you were an architect? please build me something. something to bridge the distance.

+++

demi tuhan, aku benci penasaran. jadi kalau petunjuk selalu samar, baiknya memang harus diperjelas. dengan pembuktian tentu saja. oh ya, dan sedikit penguntitan.

Comments
  1. Ruwi says:

    Penasaran itu ada yang bilang seperti sakit gigi yang bikin seluruh tubuh tertular rasa sakitnya. Rasanya menghunjam sampai ke akar-akar. Baru bisa sembuh kalau giginya dicabut atau ditambal. Jadi hati-hati dengan rasa penasaran karena dia takkan pernah tuntas sebelum dituntaskan dengan cara yang benar. Ada juga yang bilang bahwa kamulah yang menentukan masa depanmu. Pikiran adalah pena masa depan, dan perasaan adalah rambu-rambu untuk menunjukkan apakah kamu sudah berjalan pada tempat yang benar atau tidak. ayah Alice dalam film alice in Wonderland bilang bahwa orang-orang hebat adalah juga orang-orang yang gila yang selalu memikirkan enam hal mustahil sebelum sarapan. Mungkin kamu akan berpikir salah satunya adalah mempercayai peramal itu. Mungkin semuanya sudah ada dalam hidupmu dan kamu tinggal mengikutinya. Kadang kamu lupa dan kamu diingatkan. Mungkin peramal itu hanya salah satu alat untuk mengingatkanmu. Pertanyaannya apakah kamu mengingat semuanya dengan benar?

  2. wah ini makin bikin frustrasi. tapi ya, aku percaya ada minuman yang mengerutkanmu. dan yang pasti aku bisa menebas putus leher naga, misalnya.
    tapi apakah aku yakin sudah ingat semua? mungkin ada yang terselip.

  3. hmmm,,, menarik dan apik,

  4. garisdaun says:

    Kalau kau tidak penasaran, kalau petunjuk yang diberikan sangat gampang.
    Sama dengan anda tidak menghargai Tuhan, apapun kausebut Dia.. sebagai pemain tebak2an paling ulung…!
    c’mon.. it’s a tricky game… and it is how we can slove the game ( curang sitik ra popo )

    Suka tulisan anda! menyenangkan ( apalagi bila ada (kodok) di dalamnya )

  5. panggih says:

    for a long live legitimator,you’d better marry that fu*kin’ fortuneteller.
    ‘Robert Plant-Fortune Teller’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s