catatan akhir tahun yang gagal. yang gagal catatannya

Posted: 02/01/2011 in Uncategorized

ini adalah awal tahun yang banyak dinantikan orang-orang. banyak pertimbangan untuk menantikan tahun ini. gerombolan pertama tentu membebankan tahun ini untuk bisa mendapatkan peruntungan yang lebih baik. gerombolan kedua, saya salah satu anggotanya, adalah kelompok orang-orang yang sudah tidak sabar untuk menyegerakan tahun 2011 cepat berganti ke 2012 hingga bisa membuktikan kebenaran kiamat di 2012. apakah sekedar ramalan kosong seperti yang pernah terjadi sebelum 1999 atau memang benar-benar akan terbukti.

saya ingat pernah mencoba membahas soal kiamat 2012 dengan seorang teman. saya bertanya, bagaimana kalau seandainya benar dua tahun lagi kiamat? (saat itu masih 2010). dia dengan ringan -cenderung tipikal- cuma berkata, maka bertobatlah. bukan jawaban yang kunanti sebenarnya. kata-kata bertobatlah seakan menegaskan bahwa dia tidak betul-betul ingin membahas hal ini lebih lanjut dan juga betul-betul percaya saya punya banyak hal yang perlu dipertobatkan. benarkah?

mungkin benar, saya punya banyak dosa. saya punya banyak hal buruk yang harus ditebus. rasanya teman saya berpikir bahwa Tuhan sepertinya membutuhkan semua pencucian diri sebelum Dia mau memasukkan manusianya ke dalam salah satu kapling surganya. sedemikian paranoianya kah Tuhan itu? hingga terkesan seperti seorang obsesif kompulsif yang takut pada bakteri dan virus? apa benar Tuhan seperti detektif Monk?

berpikir tentang dosa, pengakuannya dan upaya membersihkan diri seperti sekarang ini sangat membuat frustrasi. saya sedang dalam keadaan separuh terpengaruh zat canduan. tentu berpikir hal yang religius sangat tidak tepat. apalagi saya sedang ingin sekali mengingat beberapa hal yang spektakuler dan wajib direnungkan yang terjadi dalam kurun waktu setahun lalu. seperti highlighted moments yang wajib dicatat sebagai kepingan sejarah yang harus ditulis hingga tidak dilupakan begitu saja. (di titik ini saya benci kenapa berlaku seperti manusia normal lain: membekukan waktu. seakan tidak pernah bisa menerima bahwa waktu itu linear dan tak pernah bisa diulang. oooh… ayolah, pertemukan saya dengan penemu mesin waktu!)

oh sial. saya bukan tipe pencatat yang baik. dan juga bukan perencana yang konsisten. dari sedikit hal yang tercatat dan dapat diingat, semuanya berkisar pada pencapaian tanggung tentang segala sesuatu dalam hidup, cinta, pekerjaan, dan kondisi finansial. dan semuanya, kalau boleh dibilang, adalah setengah-setengah dan tidak membanggakan. errr, paling tidak itulah yang teringat.

baiklah. kita mulai dari rencana liburan akhir tahun 2009. berdasarkan ringkasan dari surat yang saya kirim ke seorang teman, saya bisa kurang lebih membayangkan kondisi saat itu. pendeknya adalah pernah aku dan seorang ‘teman’ berencana ke pacitan. waktu itu aku sedikit akan mencampurkan tugas kantor dan leisure pribadi. dia sih, i bet he was, murni foya foya dengan beberapa gulung ombak dan apa pun yang akan dibawakan angin pantai padanya.

gagal memang. akhirnya aku lupa, pergantian tahun aku habiskan di mana. apakah di kontrakan atau seperti biasanya, secara mengerikannya menghabiskan pergantian detik dari 2009 ke 2010 terperangkap di kantor. tidak ada catatan mengenai itu. jadi bisa dipastikan pasti entah apakah karena terlalu mengerikan atau sama sekali hampa tidak ada kenangan. aku yakin yang kedua yang terjadi.

lalu kalau dibandingkan dengan liburan akhir tahun ini, sama sekali tidak ada perkembangan. malahan semakin menyedihkan. akhir desember kemarin harusnya saya mengepak tas dan pergi ke timur, mencari apa yang saya yakini adalah salah satu jalan menuju takdir saya. tapi entah demi apa, saya membatalkan di tengah jalan. persetan kalau akhirnya saya dan dua orang teman berujung pada makan malam di sebuah kafe yang panas sekali karena terlalu penuh manusia. menghabiskan malam terakhir 2010 dengan margarita yang kebanyakan perasan limun daripada alkoholnya. peduli amat dengan kembang api yang katanya keren, karena saya merasa seharusnya saya berada di bali saat itu. entah berakhir baik atau buruk, yang pasti harusnya saat ini saya tidak penasaran setengah mati. tapi, saya tidak bisa lebih banyak menyesali sekali lagi, karena itulah keputusan saya untuk tidak jadi pergi ke sana. terlalu banyak risiko yang saya tidak yakin kuat menahannya. (ya, bilang saja saya seorang pecundang yang cemen atau apa.)

kaitan dengan cerita ini akan terlihat nanti setelah bulan demi bulan saya coba tulis ulang. namun secara general, tahun 2010 adalah tahun dalam masa kolera dan malaria yang tak terdeteksi. mual, muntah, demam tinggi tanpa pernah tahu obat apa yang tepat.

ah saya males meneruskan. seperti yang pernah saya tulis di catatan sekitar setahun lalu, semua ini intinya hanyalah pengulangan saja. saya kecanduan kamu, lalu nyari kamu yang lain untuk sekedar pindah canduan lainnya. membosankan. tidak penting juga. persis kayak di bulan oktober lalu saya ketemu kamu yang lain. lalu saya seketika berpikir mungkin kamu yang baru itu adalah jawaban dari pertanyaanku ke kamu yang tidak pernah kamu jawab.

tapi sekarang saya pikir, saya cuma mengalihkan bentuk canduan baru saja. dari kecanduan kamu kemudian berusaha bersih dengan mencandui hal baru lainnya. tidak pernah berujung bukan? dan selain melelahkan ini tidak membuat sebuah perkembangan berarti.

catatan ditutup. saya mau mabuk dulu.

 

Comments
  1. panggih says:

    manakutkan ya kalau ‘kamu’ ada dimana-mana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s